Welcome to my blog :)

rss

Senin, 19 November 2012

CARA MEMPERCEPAT MOTOR METIC



Hendak andil dalam balapan skutik? Jangan hanya performa mesin yang mesti diperhatikan. Handling besutan juga jadi hal yang penting. “Soalnya bila hal tersebut enggak ikut diperhitungkan, maka akan berpengaruh besar terhadap konsentrasi si pembalap,” ujar Mariasan Kocek, pembalap nasional yang sekarang ‘menukangi‘ tim balap skutik JP Racing.

Berbicara soal handling, maka fokus urusannya pada bagian sokbreker (depan dan belakang). Bagaimana karakter peranti peredam kejut yang pas, buat melibas sirkuit Sentul kecil? Simak yang berikut.


Sokbreker Depan

Apa yang dibuat pabrikan buat sok depan, tentu buat kenyamanan berkendara dan bukan untuk keperluan balap. Oleh karenanya buat pemakaian ekstrem di lintasan balap, mesti ada penyesuaian. “Yang jelas sok mesti disetting agar efek ayunannya lebih keras. Jadi ketika dipakai melibas tikungan lebih stabil,” ujar pembalap kelas seeded berpostur langsing ini.

Pada Yamaha Mio dan Suzuki Spin penyesuaian yang dipakai dengan menambahkan oli khusus sok ke dalam tabung. Banyaknya cairan tambahan yang dimasukkan sekitar 30-50 cc. “Itu buat masing-masing tabung ya,” terang Aldhie, dari Bike.rider Shop di Jl. Kalimalang, Jaktim. Oh ya agar oli yang masuk ke dalam tabung sokbreker depan baik sisi kiri maupun kanan pas ukurannya, ada baiknya bila saat melakukan penambahan sekalian ganti oli sok yang baru (gbr.1). Untuk cara ganti olinya enggak beda dengan saat ganti oli sok standar.


Selain dengan menambahkan oli, ada juga cara yang bisa dilakukan. Menurunkan tinggi batang sok, juga mampu membuat efek ayunan sok tersebut jadi lebih keras (gbr.2). “Paling banter turunnya batang sok 15 mm. Caranya dengan mengendurkan baut pengikat batang sok, lalu dorong sok ke atas,” tegas pria berkulit putih ini.


Buat Honda Vario selain bisa memakai trik yang sama dengan Mio dan Spin, juga ada trik lain yang bisa digunakan. Mengganti per sok standar dengan punya Honda Karisma, akan membuat sok depan Vario lebih keras. “Meski enggak sebanyak bila pakai per standar, oli saat ganti per bawaan Karisma juga tetap mesti ditambah,” ujar Marko, panggilan Mariasan Kocek.






Sokbreker Belakang

Lebih keras dari bawaan pabrik juga mesti diterapkan buat aplikasi pada bagian buritan. Bila kondisi sok belakang terlalu lembut, maka saat menghajar tikungan besutan akan banyak mengayun.

“Sebaliknya bila terlalu keras, keluar tikungan saat gas dibuka traksi ban dengan aspal lintasan akan berkurang. Akibatnya tunggangan bisa melintir keluar trek,” terang Marko. Nah untuk mengatasinya, solusinya bisa dengan memakai sok belakang aftermarket dengan kekerasan per yang bisa disetel.(gbr.3). Sehingga saat pembalap merasa rebound sok terlalu keras, maka ayunan per bisa diperlembut.


“Akan lebih yahud bila pilih sok yang kekerasan per atau rebound pada pipa sulingnya bisa disetel sesuai keinginan pembalap,” kata pria berbobot 51 kg ini. Buat penyetelan kekerasan per, semakin setelannya diputar kekanan maka ayunan per akan lebih keras. Pun demikian saat menyetel rebound pada pipa suling. Diputar kekanan berarti membaut rebound lebih keras (gbr.4).


Soal harga sok aftermarket buat skutik balap, di toko-toko aksesori banderolnya Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta.
SETING MOTOR 4 TAK



Untuk meningkatkan daya atau power mesin motor standart yang biasa disebut tune up, perlu diusahakan perubahan-perubahan pada beberapa hal :
  1. Meningkatkan / menaikkan perbandingan kompresi.
  2. Memperbaiki porting IN maupun EX supaya pemasukan bahan bakar menjadi lancar dan baik.
  3. Merubah durasi, Lift noken as.
  4. Mengubah pengapian (apabila dalam perlombaan diperbolehkan).
  5. Mengubah rasio dengan Close Rasio.
  6. Setting karburator.
KOMPRESI
Meningkatkan perbandingan kompresi (Compretion Ratio = CR) adalah cara awal yang ditempuh oleh para mekanik untuk meningkatkan power mesin. Namun demikian untuk meningkatkan perbandingan kompresi perlu diperhatikan beberapa faktor, antara lain :
  1. Bahan bakar yang digunakan.
  2. Kwalitas piston yang digunakan.
CARA MENAIKKAN KOMPRESI :
  1. Mengganti piston dengan model racing.
  2. Mendekatkan deck clearance.
  3. Membubut Head.
  4. Mengelas Head.
  5. Membubut Blok dan Piston.
CARA MENURUNKAN KOMPRESI :
  1. Merimer dome pada head.
  2. Memperdalam coakan klep pada piston.
  3. Membubut piston.
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
  1. Power mesin meningkat.
  2. Final gear menjadi berat.
  3. Power mesin terasa dari putaran bawah sampai atas.
KERUGIAN MENGGUNAKAN KOMPRESI TINGGI :
  1. Mesin menjadi cepat panas.
  2. Engine break menjadi besar dan kasar.
  3. Apabila perhitungan kompresi tidak tepat, sering terjadi detonasi.
Untuk mengetahui / menghitung perbandingan kompresi (CR) dari satu mesin, kita perlu mengetahui dulu volume silinder yang akan dikerjakan.
CONTOH PADA MESIN JUPITER Z O/S 100
Bore atau D : 52 mm = 5,2 Cm
Stroke 54 mm = 5,4 Cm
= 0,785 x 5,22 X 5,42
= 114,62 cc
≈ 115 cc
CONTOH PADA JUPITER Z O/S 100
Volume ruang bakar diukur dengan buret lewat busi adalah 14,55 c
Jadi Volume ruang bakar 14,55 cc – 0,7 cc = 13,85
( 0,7 cc adalah Volume Ruang Busi )
Cara menentukan berapa cc isi ruang bakar yang harus kita pakai pada perbandingan kompresi yang sudah kita tentukan.
Misalnya kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14 berapa volume ruang bakarnya ?
Berarti apabila kita menginginkan perbandingan kompresi 1 : 14, isi ruang bakar harus 8,84cc.
PORTING
Maksud dari mengubah porting adalah usaha untuk meningkatkan atau memperbaiki efisiensi volumetric dengan mengoptimalkan aliran gas ke dalam ruang bakar.
Ada 3 faktor yang menentukan besarnya tenaga pada sebuah mesin :
1. Efisiensi mesin
yaitu seberapa dorongan pada piston yang dihasilkan oleh gaya putaran fly wheel.
2. Efisiensi thermal (panas)
yaitu seberapa banyak bahan bakar yang harus dibakar/ dipanaskan dalam silinder untuk mendorong piston turun menuju TMB secara efisien.
3. Efisiensi volumetric
yaitu membuat saluran / ukuran yang tepat untuk memompa gas secara optimal.

Macam Macam Bentuk Porting

Dalam modifikasi, Head usahakan agar tidak mendapat hambatan apapun, misalnya lubang intake dengan lubang manifold atas juga harus sama dengan joint / karet manifold, usahakan dalam merimer supaya tidak ada ruang yang menyudut.

0 komentar:

Poskan Komentar